Episod 129 : Ramadhan Yang Menutup Tirainya

quran

Ramadhan kian menutup tirainya. Terasa aliran-aliran darah ini telah ditukar ganti dengan azam dan semangat baru. Pemergian Ramadhan yang akan berlalu begitu sayu dan menyedihkan.

Sepertiga malam yang ada di bulan ini tak sama dengan bulan-bulan sebelumnya. Beramal, beribadah dan bermunajat jauh lebih terkesan di bulan ini. Terasa betapa bermaknanya Ramadhan tahun ini, menyambutnya ketika persekitaran dan masyarakat yang penuh dengan ujian.

Tak sama seperti menyambutnya di sekolah, segala-galanya bergantung pada diri. Jika diri memilih madrasah ini ala kadar, maka ala kadarlah dapatnya. Jika sebaliknya, beruntunglah.

Indahnya di sekitar Ramadhan, banyaknya iftar dapat dilaksanakan mengerat silaturahim. Masjid penuh bagaikan merasa auranya menyahut seruan sunat muakkad. Mata, hati, tangan terjaga untuk mendapatkan kesempurnaannya.

Tapi untuk itu, semuanya sudah berakhir di Ramadhan ini, tunggulah setahun lagi.

Inilah tarawikh terakhir, sahur terakhir, iftar terakhir, esakan dan tangisan terakhir, dan sepertiga malam yang terakhir di bulan mulia ini. Adakah mampu kumenjumpainya tahun depan?

Mengingatkan aidilfitri yang dekat tak lama lagi, tak bererti kita kena bergembira sakan.

“Alangkah peliknya Ramadhan yang sepatutnya ditangisi pemergiannya, waktu kita berbulan madu dengan Allah, kita rasa gembira gara-gara ingin menyambut hari raya Aidil fitri”

Lantang imam berpesan di khutbah. Sebaknya begitu mendalam menusuk ke jiwa.

Tahanlah dahulu SMS pesanan aidilfitri. Rasailah nikmat detik-detik akhir Ramadhan ini.

Rasulullah Saw menaiki mimbar (untuk berkhutbah). Menginjak anak tangga (tingkat) pertama beliau mengucapkan, “Amin”, begitu pula pada anak tangga kedua dan ketiga.

Usai solat para sahabat bertanya, “Mengapa Rasulullah mengucapkan “Amin”?

Beliau lalu menjawab, “Malaikat Jibril datang dan berkata, “Kecewa dan merugi seorang yang bila namamu disebut dan dia tidak mengucap selawat atasmu” lalu aku berucap “Amin.”

Kemudian malaikat berkata lagi, “Kecewa dan merugi orang yang berkesempatan hidup bersama kedua orang tuanya tetapi dia tidak sampai bisa masuk surga.” Lalu aku mengucapkan “aamin”.

Kemudian katanya lagi, “Kecewa dan merugi orang yang berkesempatan (hidup) pada bulan Ramadhan tetapi tidak terampuni dosa-dosanya.” Lalu aku mengucapkan “Amin.” (Hadis Riwayat Ahmad)

2 Responses to Episod 129 : Ramadhan Yang Menutup Tirainya

  1. amierwan berkata:

    salam eid my dear.

    pohon maaf segala salah & silap yang tak terucap di depan mata.

    smg kita terus dan terus berseni dalam kehidupan.

    kullu am wa antum bikhair.

  2. MarBu berkata:

    akhi,
    ana terasa betol dgn pos ni. bagus2.. sikap manusia, hanya akan mengenang setelah pemergian n kehilangan..
    aduss..

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

%d bloggers like this: